Minggu, 11 Mei 2008

SISTEM TRANSPORTASI


P
embangunan transportasi yang menganut konsep keberlanjutan memang sangat diperlukan. Di kawasan-kawasan perkotaan yang tumbuh sangat cepat (fast growing areas), khususnya di negara-negara yang sedang berkembang, meningkatnya arus urbanisasi dan pertumbuhan penduduk menyebabkan peningkatan yang signifikan pada kebutuhan akan transportasi, terutama pada penggunaan kendaraan bermotor. Yang pada gilirannya, tingginya tingkat penggunaan kendaraan bermotor ini membawa beberapa dampak negatif yang perlu menjadi perhatian, yaitu masalah keamanan, polusi, masalah spatial, kemacetan, emisi, penggunaan energi, dan yang lainnya. Hal ini menyebabkan perlunya suatu pemikiran lebih dalam terhadap penanganan permasalahan yang timbul akibat penggunaan kendaraan bermotor ini, sehingga tidak menyebabkan kondisi yang lebih buruk dan berkepanjangan.

Sebagai salah satu contoh adalah Kota Bandung. Sebagai salah satu kawasan perkotaan yang tumbuh secara cepat juga menghadapi permasalahan akibat penggunaan kendaraan bermotor, bahkan sampai pada kondisi yang dapat dikatakan cukup parah, baik dalam sistem kegiatan, jaringan, pergerakan, bahkan kelembagaan. Dilihat dari sisi permasalahan sistem kegiatan, terjadi kondisi perubahan guna lahan dan intensitas kegiatan terutama di sepanjang jalan utama, baik di dalam kota maupun menuju ke luar kota. Hal ini selanjutnya akan membutuhkan sistem jaringan yang harus terus berkembang, namun kondisi sistem jaringan yang ada masih sangat terbatas dengan buruknya fasilitas dan pelayanan transportasi. Seluruh kondisi di atas diperburuk dengan lemahnya penerapan ketentuan hukum dan kurangnya insentif/disinsentif terhadap kedua sistem tersebut, yang pada gilirannya kondisi ini akan berdampak pada sistem pergerakan. Tentunya kondisi ini akan lebih buruk lagi, jika tidak ada upaya untuk memperbaikinya.

Salah satu pemikiran yang timbul karena keinginan untuk memiliki kondisi yang lebih baik, yang merupakan kebutuhan dasar manusia, adalah salah satu konsep sistem transportasi yang berkelanjutan (sustainable transportation). Dimana definisi terhadap sistem ini, merujuk pada beberapa literatur, adalah suatu sistem transportasi yang dapat mengakomodasikan aksesibilitas semaksimal mungkin dengan dampak negatif yang seminimal mungkin. Disadari bahwa sebenarnya permasalahan transportasi tidak akan menjadi sedemikian parah apabila dari awal penyelenggara pemerintahan mau menerapkan sistem transportasi yang berkelanjutan (sustainable transportation).

Untuk itulah, menjadi penting perhatian terhadap sistem transportasi yang berkelanjutan yang perlu dilihat dari berbagai macam aspek yang mendukungnya. Dimana faktor yang dianggap berpengaruh pada perkembangan transportasi itu sendiri adalah perencanaan tata guna lahan dan ruang, kebijakan pemerintah, tuntutan ekonomi, teknologi dan trend sosial dan perilaku. Untuk itulah topik ‘sustainable transportation’ diangkat untuk dijadikan suatu masukan yang berarti pada pembangunan transportasi, khususnya transportasi Indonesia yang berkelanjutan.

Untuk dapat mewujudkan pembangunan transportasi yang berkelanjutan, diperlukan suatu kegiatan yang membahas mengenai sustainable transportation baik dari segi teori dan konsep, studi kasus, serta arahan untuk masa depan. Sehingga secara pola pikir yang lebih memperhatikan transportasi yang berkelanjutan menjadi lebih terarah.

Sistem transporasi



Minggu, 02 Maret 2008

TUGAS 1

KONSEP TEKNOLOGI DI BIDANG KESEHATAN

Produk nirkabel milik Cisco terpilih karena keamanan yang tangguh, kehandalan, dukungan
layanan pelanggan yang memuaskan dengan penerapan strategis yang mudah dan fleksibel bagi rumah sakit.
Selama beberapa bulan, AHA Solutions, Inc. sebagai bagian dari American Hospital Association, melakukan proses seleksi komprehensif terhadap beberapa sistem dan produk untuk industri kesehatan dari beberapa vendor jaringan nirkabel terbaik.
Solusi nirkabel Cisco diklaim telah banyak membantu operasional rumah sakit, termasuk merapikan administrasi dan mendukung kinerja petugas medis. Para dokter dan perawat dapat mengakses informasi kesehatan pasien sekaligus memasukkan data terbaru setelah pemeriksaan tanpa beranjak dari sisi tempat tidur pasien, menggunakan komputer jinjing yang terkoneksi ke jaringan Internet nirkabel. Memanfaatkan Unified Wireless IP Phone yang memungkinkan komunikasi suara melalui jaringan Internet nirkabel, para petugas medis juga semakin mudah untuk dihubungi di dalam area rumah sakit. Dilengkapi dengan radio-frequency identification (RFID) yang dipasang di gelang pasien serta peralatan bantuan medis seperti kursi roda, maka memonitor pergerakan pasien serta mencari lokasi peralatan dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat. Memanfaatkan solusi nirkabel Cisco, maka rumah sakit dapat meningkatkan produktifitas sekaligus menekan biaya operasional.
“AHA berkomitmen membantu para anggota untuk memilih teknologi yang mampu memenuhi kebutuhan lingkungan rumah sakit masa kini,” tegas Anthony J. Burke, Presiden dan CEO dari AHA Solutions, Inc., melalui rilis yang diterima Okezone, Kamis (23/8/2007). “Cisco telah menunjukkan bahwa mereka memiliki produk teknologi nirkabel yang tepat untuk para anggota AHA dari semua kelas rumah sakit, baik swasta maupun pemerintah,” tambahnya.
Cisco bergabung ke dalam Technology Platform yang dikembangkan berdasarkan rekomendasi dan masukan para ahli industri terkait dan AHA Solutions Technology Advisory Committee—sebuah badan beranggotakan para pelaku dan pebisnis terkemuka di bidang teknologi informasi yang juga menjadi anggota AHA. Tujuan dari Technology Platform adalah sebagai sumber referensi bagi rumah sakit sebelum mengadopsi solusi teknologi yang nantinya membantu memberikan pelayanan terbaik bagi pasien, meningkatkan kinerja pelayanan dan kepuasan dokter dan karyawan, sekaligus mematuhi regulasi atas keamanan dan privasi yang ada.
Produk Cisco yang mendapat dukungan AHA antara lain meliputi Cisco Unified Wireless Network, khususnya produk Cisco wireless LAN Controllers, Cisco Wireless Control System, Cisco Aironet Access Points, dan Cisco Wireless Location Appliance.
“Cisco merasa sangat terhormat atas dukungan eksklusif dari AHA, dan kami berharap dapat membantu para anggota AHA dalam mengimplementasikan teknologi nirkabel Cisco. Dukungan AHA menegaskan komitmen Cisco untuk memungkinkan rumah sakit memanfaatkan penuh transformasi yang dibawakan oleh teknologi informasi dalam menghadirkan layanan perawatan yang lebih aman, efektif, dan berorientasi pasien,” urai Jeffrey Rideout, M.D., vice president of healthcare, Internet Business Solutions Group dan Chief Medical Officer di Cisco

Kamis, 21 Februari 2008

Tugas Kuliah

IF 12 unikom